Sabtu, 12 Juni 2021

Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan anak usia dini FTIK UNISNU Jepara

Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan anak usia dini
Khikma Dwi Lestari
191310004152
A.    Pendahuluan
Media sosial adalah suatu interaksisosial antara individu dalam berbagi dan bertukar informasi. Media sosial dapat mencakup berbagai ide, pendapat, gagasan dan konten dalam komunitasvirtual serta mampu menghadirkan dan mentranslasikan cara berkomunikasi baru dengan teknologi yag sama sekali berbeda dari media tradisional(Watson, 2009).
Perkembangan dunia teknologi yang sudah semakin inovatif di era global telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat terutama bagi generasi muda. Dan media sosial juga suatu bentuk media online yang memungkinkan penggunanya agar mudah berinteraksi tanpa adanya batasan-batasan jarak, waktu, dan tempat. Hadirnya media sosial daat ini membawa dampak tersendiri bagi manusia termasuk dari kalangan mahasiswa. Penggunaan media sosial oleh masyarakat telah menciptakan sebuah perkumpulan berbasis web yang berbentuk grup atau komunitas secara online, misalnya seperti forum grup diskusi yang juga mampu menampung ide-ide, pendapat, serta informasi dari anggota grup atau forum, sehingga anggota dapat berinteraksi dan saling berbagi pendapat dengan lainnya.
Menurut Littlejhon (2008:684) media sosial merupakan teknologi interaktif dan jaringan komunikasi khususnya internet yang dapat mengubah masyarakat. Mengakses informasi sudah menjadi keharusan untuk kita semua agar kita tidak tertinggal dalam memperoleh informasi terhangat. Hampir semua kalangan seluruh dunia memanfaatkan hasil dari teknologi,baik kalangan muda dan tua dapat memberikan kecepatan akses berita apapun.
Pengaruh penggunaan media sosial terhadap para remaja tingkat remaja dapat mengubah dan meganggu perkembangan perilaku sosial mereka. Perilaku sosial adalah aktivitas seseorang terhadap lingkungannya. Secara psikologis remaja merupakan proses pencarian jati diri dan sangat sensitive terhadap pengaruh dari luar. Hal ini didukung oleh pendapat Hall(dalam Sumartono, 2002: 118) bahwa masa remaja merupakan masa ketidak seimbangan dan penuh gejolak emosi yang mudah terpengaruh oleh lingkungan.
Perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu, dari kemampuan sederhana menjadi kemampuan yang lebih kompleks. Perkembangan merupakan proses perubahan atau peningkatan sesuatu kearah yang komplek dan bersifat psikis. Perkembangan dan pertumbuhan merupakan dua hal yang berbeda akan tetapi perkembangan berhubungan dengan pertumbuhan. Hurlock (2000:250) mengatakan bahwa perkembangan sosial adalah perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Sejalan dengan pendapat di atas, menurut pendapat Allen dan Marotz (2010:31) perkembangan sosial adalah area yang mencakup perasaan dan mengacu pada perilaku dan respon individu terhadap hubungan mereka dengan individu lain. Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Kematangan sosial anak akan mengarahkan pada keberhasilan anak untuk lebih mandiri dan terampil dalam mengembangkan hubungan sosialnya.
Media sosial memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan jaman sekarang diantaranya memudahkan individu melakukan suatu komunikasi dan interaksi dengan keluarga, kerabat dekat, maupun teman-teman lama. Selain memiliki manfaat penting, media sosial juga memiliki dampak yang buruk bagi semua kalangan salah satu diantaranya adalah membuat interaksi sosial secara langsung menjadi berkurang sehingga lebih sering menggunakan media sosial.

B.    Pembahasan/ isi
Menurut Erik Erikson suasana keluarga yang demikian mempengaruhi perkembangan kepribadian yang sehat, yaitu anak-anak memiliki pribadi yang sangat mempercayai terhadap lingkungan sosialnya dengan baik. Hal ini menjadi dasar perkembangan pribadi yang sehat, stabil, percaya diri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. (Erikson, 1963,1972 dalam Shaffer, 1989 :48). Jadi, teori perkembangan ini psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi perkembangan anak dalam lingkungan.  
Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Oleh karena itu, PAUD perlu menyediakan berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, bahasa, sosial, emosional, fisik, dan motorik. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidkan Nasional pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa Pendidkan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.(Suyadi 2014)
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa erikson memiliki pandangan yang sama tentang konsep dasar kepribadian manusia dalam islam kepribadian manusia tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan atau dorongan dari individu, tapi juga dipengaruhi oleh oleh faktor-faktor luar, seperti adat, budaya, dan lingkungan tempat dimana kepribadian individu berkembang dengan menghadapi serangkaian tahapan-tahapan sejak manusia lahir hingga memasuki usia lanjut serta perubahan dan bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Hal ini juga sejalan dengan pendidikan islam. Menurut Erikson usia Dini merupakan masa keemasan dalam pembentukan kepribadian. Oleh karena itu kepribadian atau psikososial perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Adapun cara pengembangan psikososial yaitu melalui pola pengasuhan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan peran ligkungan masyarakat.
•    Pengaruh Positif Media Sosial Bagi anak usia dini
Kemajuan media informasi dan teknologi sudah dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi positif maupun negative dari penggunaannya.Hal ini dikarenakan pengaksesan media informasi dan teknologi ini tergolong sangat mudah atau terjangkau untuk berbagai kalangan, baik untuk para kaula muda maupun tua dan kalangan kaya maupun menengah ke bawah. Bahkan pada umumnya, saat ini anak-anak usia 5 hingga 12 tahun menjadi pengguna paling banyak dalam memanfaatkan kemajuan media informasi dan teknologi pada saat ini. Oleh karena itu, tidak heran jika dampak positif dari perkembangan media informasi dan teknologi untuk anak usia 5 hingga 12 tahun dikatakan sebagai generasi multi-tasking.
Menurut hasil penelitian American Psychological Asociation (APA) pada tahun 1995 terungkap bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku baik. Adapun tayangan yang kurang bermutu akan memengaruhi seseorang untuk berperilaku buruk. Bahkan, penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir semua perilaku buruk yang dilakukan orang adalah hasil pelajaran yang mereka terima dari media semenjak usia anak-anak ( Zubaedi, 2011: 174).
•    Dampak positif dari penggunaan media informasi dan teknologi ini adalah antara lain:
1.    Untuk memudahkan seorang anak dalam mengasah kreativitas dan keceradasan anak.
2.    Adanya beragam aplikasi digital seperti mewarnai, belajar membaca dan menulis huruf tentunya memberika dampak positif bagi perkembangan otak anak. Mereka tidak memerlukan waktu dan tenaga yang lebih untuk belajar membaca dan menulis di buku atau kertas, cukup menggunakan tablet sebagai sarana belajar yang tergolong lebih menyenangkan.
3.    Anak-anak menjadi lebih bersemangat untuk belajar karena aplikasi semacam ini biasanya dilengkapi dengan animasi yang menarik, warna yang cerah, serta lagu-lagu yang ceria.
Kemampuan berimajinasi anak juga semakin terasah karena permainan yang mereka gunakan bervariasi dan memiliki jalan cerita yang beragam
•    Dampak negatif media sosial bagi anak usia dini. Ada beberapa pengaruh media sosial bagi anak usia dini, diantaranya:
1.    Dari segi fisik komputer dapat menimbulkan rasa nyeri kronik pada tangan, pergelangan tangan, punggung dan bahu jika berlangsung lama.Dapat mengakibatkan ketegangan pada otot mata karena monitor komputer memancarkan radiasi berbagai sinar seperti infra merah, ultraviolet dan elektromagnetik pemicu penyakit kanker.
2.    Dari segi psikologis pengeruh komputer, internet, video games akan mengikis waktu dan komunikasi dalam keluarga. Anak-anak menjadi lebih tertarik pada dunia interaktif dibanding dengan mengerjakan hal-hal yang biasa mereka kerjakan.
“Ketagihan terhadap komputer juga akan mengurangi waktu bermain dengan teman-teman sebaya dan teman sekelas, sehingga anak akan tumbuh dengan kondisi kekurangan sosialisasi,”ujar Thomas Batalia, seorang psikolog Ateneo Welline Center di Filipina (Ellisiti Julaihah, 2004:2005)
3.    Anak-anak juga dapat menjadi lebih sulit berkonsentrasi dalam dunia nyata. Hal ini dikarenakan anak-anak tersebut sudah terbiasa hidup dalam dunia digital.
4.    Anak usia dini adalah peniru ulung, maka dengan seringnya bermain video games yang biasanya para jagoan menyelesaikan masalah dengan cara memukul atau menembaki. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan perilaku kekerasan pada anak.
    Solusi
Menurut saya anak usia dini itu merupakan masa dimana anak mulai tumbuh dan berkembang, , jadi peran orang tua sangat penting pada masa itu,  orang tua harus memperhatikan anak dan orang tua juga harus penting untuk membuat jadwal untuk anak agar mengerti waktu waktu bermain sosial media ataupun ibu dan ayah memerintahkan untu bermain dengan teman sebayanya dengan bermain sepada ataupun bermain boneka dan lainya yang tidak berhubungan dengan kecanduan dan tidak membahayakan bagi anak anak di usia dini.  
C.    Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis mengenai “Dampak Pengunaan Gadget Pada Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Di Dusun Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak”, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini sangat banyak berfariasi dengan durasi yang rata-rata kurang lebih satu jam dalam sehari dengan bentuk permainan seperti game, menonton vidio kartun, dan menonton youtube.
2. Penggunaan gadget pada anak usia dini di Dusun Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak mempunai pengaruh terhadap perkembangan sosial anak usia dini seperti contohnya anak menonton konten yang ada unsur kekerasannya, jika disalah gunakan sang anak akan mempraktekkan kepada teman-temannya dan anak akan menjadi sedikit arogan.
3. Berdasarkan penelitian dilapangan bahwa pengaruh perkembangan sosial anak usia dini di Dusun Setia Bumi tidak hanya dipengaruhi oleh gadged saja melainkan ada media lain yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak usia dini yaitu televise

DAFTAR PUSTAKA
DRA. Desmita, M.S.I, 2009, Psikologi Perkembangan Perserta Didik, ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya)
Hidayat Dede Rahmad, Spikologi Kepribadian, (Bogor:Ghalia Indonesia  2015). hln 132
Husnul Bahri, konsep Tumbuh Kembang Pendidikan Anak Usia Dini, (Bengkulu:Penerbit Panda,2016) hln 3
DRA. Desmita, M.S.I, 2009, Psikologi Perkembangan Perserta Didik, ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya)
 

0 komentar:

Posting Komentar